Terpopuler

Back to Top
Loading...

Video

Gara-gara diberitakan Anggota DPRD Rote Charli Lian,Geram Akhirnya mengakui salah

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
THE JAMBI TIMES - ROTE NDAO - Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao  yang juga ketua PPP Kabupaten Rote Ndao, Kamis  26/7/2018 menelpon wartawan media ini, dengan durasi 5 Menit 12 detik, agar namanya jangan dilibatkan dalam pemberitaan kasus pekerjaan jalan rabat beton di desa Lida Besi itu Kepala Desanya Kemsi Li’an merupakan Kaka kandungnya (anggota dewan red). 
 
Dalam percakapan awalnya tendensius dan menantang wartawan, namun wartawan menjelaskan maksud pemberitaan itu anggota DPRD itu mengalah.

“Saya minta nama saya jangan dimasukan dalam berita kasus itu, walau kami saudara tangung jawab hukum masing-masing, ”

Untuk diketahui, awalnya Carli Li’an yang biasa di sapa CL ini menghubungi media Jam 01:50 hari Kamis 26/7. Meminta di berita, bahwa pekerjaan jalan rabat beton di desa Lida Besi itu Kepala Desanya Kemsi Li’an merupakan Kaka kandungnya (anggota dewan red).  

Kakak kandung anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao ( Charli Lian ) Dari Dapil Rote Selatan Rote Tengah Pantai Baru Rote Timur ini meminta agar di berita itu Kemsi Li’an adalah Kaka Kandungnya.
“Bta Punk Kaka Bukan bta punk Adik,” bta telpon hanya mengklarifikasi itu sa, dengan singkat Carli Li’an Anggota DPRD Rote ndao ini langsung menutup telepon nggenggamnya.

Selain mencatut nama Bupati dan Presiden dan juga mencatut dirinya adalah Pendeta dan juga kades. ” 

Saat di  Konfirmasi  Kasi Intelejen Kejari Rote Ndao, Eduward Manurung di ruangan Karja nya Rabu 25/7/2018.

Eduard menjelaskan kepada media bahwa,” Saya udah panggil kades Lida Besi hari Selasa siang untuk di mintai keterangannya, dan kades menjawab pertanyaan saya”,Pak jaksa,saya ini pendeta mana mungkin saya putar balek ”, ungkap Eduard menirukan ucapan sang kades Kemsi li’an.

Masih lanjut Eduward bahwa saya panggil kades untuk dirinya menjelaskan pembangunan jalan desa di Desa Lida Besi Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao, yang menghabiskan Anggaran ratusan juta rupiah dari Dana Desa (DD) dibangun bulan Juli 2018 itu yang menuai banyak keluhan dari warga setempat atau Tenaga HOK yang mengerjakan jalan ini.

Namun untuk menutupi kontrol masyarakat kades Lida Besi sebut sesuai dengan RAP Presiden Jokowi."kembali ungkap Eduward Manurung menirukan lagi ucapan sang kades ini.

Terpantau media ini jalan Rabat Beton yang berlokasi di Dusun 03 Baubafan RT 03 RW 05 itu diduga dikerjakan asal jadi oleh pemerintah desa untuk mencari keuntungan pribadi.

Bahkan pantauan dilapangan terlihat jelas jalan tersebut di duga tidak menggunakan Besi Behel atau harmonika sehingga hampir keseluruhan tersebut jalan begitu mudah retak-retak atau pecah.

Tak hanya itu, tebal jalanpun juga tampak tidak seperti perencanaan pekerjaan yang ada bahkan ketebalan jalan benar-benar tipis tidak sesuai dengan gambar yang ada.Ketebalan yang ada hanya sekitar 2 sentimeter.

Selain itu juga , campuran semen diduga tidak berimbang dengan pasir , campuran batu 3 ember dan pasir empat ember di campur dengan semen satu sack sehingga baru beberapa hari dibangun, hampir keseluruhan jalan tersebut sudah hancur dan tampak retak-retak dan hancur serta tidak datar dan miring-miring membuat warga yang melintas di jalan tersebut merasa tidak nyaman.

Laporan ini di perkuat dari beberapa pekerja yang hubungi oleh media ini dan mohon tidak di sebutkan namanya dalam  membenarkan jalan tersebut bermasalah.

Menurut keterangan warga setempat, MES Sinla’e bersama Istrinya FEMI Sinla’e , jalan tersebut menggunakan Dana Desa yang di atur oleh Kades Kemsi Li’an.

“Ini akibat dari Kadesnya yang hanya membuat keputusan sendiri, tanpa melibatkan masyarakat, memang jalan ini dibangun sekitar bulan ini, namun belum beberapa hari jalan sudah mulai tampak retak dan pecah-pecah.

Kita juga heran pekerjaannya dilakukan pada siang hari ,” ungkap warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi jalan tersebut.

Sementara itu, Kades Lida Besi, Kemsi Li’an yang di temui media ini Minggu , 01/7/2018 lalu di lokasi jalan rabat beton Baubafan, bersama dengan anak gadis nya membenarkan jika keadaan jalan yang dibangun ini tidak retak-retak dan sudah sesuia dengan perencanaan , dan supaya pak wartawan tau bahwa perencanaan ini lansung dari Presiden Republik Indinesia , Bapak Joko Widodo ,sebut Kades Lida Besi Kemsi Li’an.

“Retak itu wajar, jalan di kota saja bisa pecah-pecah apalagi jalan di Desa,” katanya sembari menengok kiri kanan bereaksi angkuh, seolah-olah tidak ada beban atau kesalahan.

Ditanya berapa anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan jalan tersebut, Kemsi Li’an , tidak mau menjelaskan sebesar dana desa yang di pake (DD) pekerjaan jalan rabat beton ini dengan panjang jalan 350 meter dari Dana Desa tahun 2018.

Dirinya juga mengakui kalau pengerjaan nya bagus , tapi anggaran dana desanya, Kepala desa tidak mau bicara lebih jelas.

“Pengerjaan jalan itukan masyarakat sendiri yang mengerjakan, jadi biasalah namanya masyarakat yang kerja, maka seperti itu,” akui Kades Kemsi Li’an , kepada media ini.

Di tanya apakah pekerjaan jalan rabat ini menggunakan batu apa, ” Kades Kemsi menjelaskan bahwa pekerjan jalan rabat beton ini , kami kerja sesuai perencanaan dan batu yang kita pake sudah sesuia dengan RAP yang kami terima dari Presiden ,” ungkap Kemsi Lian berkali – kali mengucapkan nama presiden RI Joko widodo.( Dance henukh )
Loading...
loading...