Terpopuler

Back to Top

Video

SPRI : Ada yang Janggal B.A.P Pelapor M.Yusuf

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times
(M.Yusuf Wartawan yang Tewas di penjara)
THE JAMBI TIMES - JAMBI - Dengan beredarnya  Berita Acara Pemeriksaan atau di singkat (B.A.P) pelapor atas nama Yonai  Soaloon Gultom selaku General Manager PT.MSAM desa Sungai Pasir kecamatan Pulau Laut kabupaten Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).


M.Yusuf wartawan media online Sinar pagi baru di laporkan dan di kenakan Gar pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU no.19  tahun 2016 tentang perubahan atas nomor 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik   pada 23 Maret 2018.

Pada 6 April 2018 yang lalu.Yusuf mendapat surat penahanan dari Polres kabupaten Kota Baru dengan nomor surat:B/03/IV/2018/Reskrim.

Dengan  adanya M.Yusuf di tahan,reaksi dari kalangan pers di Kota Baru terus di dilakukan namun tidak membuahkan hasil.

Hingga wartawan M.Yusuf dilaporkan meninggal dalam tahanan.Berdasarkan keterangan dari pihak polisi bahwa M.Yusuf meninggal karena sakit.

Pasca meninggalnya M.Yusuf wartawan media online Sinar Pagi Baru mendapat reaksi keras dari  beberapa tokoh Pers nasional.

Ketua umum Persatian Pewarta Warga Indonesia  Republik Indonesia (PPWRI) Wilson Lalengke mengatakan kasus ini perlu diintrodusir terus-menerus agar terjadi eskalasi yang memaksa presiden harus membenahi dewan pers dan kepolisian terkait dunia jurnalime.

"Arahan Wilson kalau bisa mengelar acara tabur bunga dan pemasangan lilin di dewan pers,"katanya serius.

Di tempat terpisah,Ketua Umum  Dewan Pimpinan Pusat - Serikat Pers Republik Indonesia (DPP-SPRI)Hence Mandagi," Ada yang janggal nama pelapor dan yang tandatangan berbeda,pelapor atas nama Yonai  Soaloon Gultom sedangan yang menandatangan BAP atas nama Yoshuwa  Praseyia Adi.
Harapan pimpinan redaksi media online Sinar Pagi Baru berharap untuk di anaslisis B.A.P tersebut.

Dari keterangan Pempred almarhum M.Yusuf jaksa menolak penangguhan penahanan dari keluarga,padahal sudah mrnunjukan rekam medis kesehatan M.Yusuf tapi ditolak.

Pimpinan redaksi tempat almarhum bekerja masih mencari informasi dan belum bisa menjelaskan untuk membuat kesimpulan. Dari masukan yang di terima untuk segera melakukan upaya hukum yaitu melapor balik ke propam mabes polri.(tim)