Terpopuler

Back to Top

Video

Puasa Ramadhan di China

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times



THE JAMBI TIMES -  CHINA -  Persiapan berpuasa Ramadhan di tiap negara pastinya berbeda-beda. Di China, selain budayanya yang cukup berbeda dari Tanah Air, tentunya ada perbedaan yang perlu dikenali selama berpuasa di negeri Tirai Bambu ini, terkait jam shalat, cuaca, dan sebagainya. Biar siap, simak tips berikut ini!


Ketahui Jam Shalat Maghrib dan Subuh



Umat Muslim di sini akan berpuasa selama sekitar 17 jam. Berdasarkan jadwal di Beijing, China, waktu shalat maghrib di China sekitar pukul 19.34 waktu setempat dan jadwal shalat subuh sekitar pukul 02.54 waktu setempat (waktu dapat berubah setiap harinya).


Ketahui Cuaca dan Musim


Dikutip dari chinahighlights.com , dikarenakan puasa dimulai dari Mei sampai Juni, maka kamu berpuasa di musim semi dan musim panas. Pada saat musim semi, suhu tertinggi mencapai 27 derajat Celcius, sedangkan suhu terendah berada di 13 derajat Celcius. Hati-hati terhadap cuaca di musim ini, karena akan ada banyak angin dan debu, terkadang badai pasir. Jadi, pastikan kamu membawa jaket, topi, dan juga kacamata ketika beraktivitas di luar.


Di bulan Juni, musim semi akan berganti menjadi musim panas dengan perkiraan suhu tertinggi 30 derajat Celcius dan suhu terendah 18 derajat Celcius. Cuaca yang terjadi akan terik dengan suhu mendesis pada siang hari, dan sesekali hujan deras. Pastikan kamu selalu sedia payung, sunglasses dan jangan lupa menggunakan krim tabir surya (sun block cream). Karena cuaca yang panas, pastikan kamu mengenakan pakaian santai dengan bahan yang sejuk.


Atur Pola Makan dan Kegiatan


Karena harus berpuasa selama 17 jam saat cuaca yang tidak bersahabat, maka kamu harus pandai mengatur pola makan dengan gizi yang seimbang. Warga China sendiri menerapkan pola makan sehat yang bisa diteladani, yakni mengkonsumsi makanan yang dapat menghilangkan racun-racun di dalam tubuh (detoksifikasi), dan mengembalikan keseimbangan pada tubuh, seperti bihun, teh hijau, dan sebagainya. Terlebih lagi, cuaca yang panas membuat kamu bisa cepat dehidrasi. Pastikan kebutuhan air mineral untuk tubuh terpenuhi.


Selain pola makan, kamu juga harus perhatikan rencana kegiatanmu. Jika memungkinkan, kurangi kegiatan yang tidak terlalu penting dan menguras energi terlalu banyak agar kamu bisa menjaga kesehatan untuk berpuasa selama 30 hari.


Ketahui Budaya


Di China, umat Muslim termasuk agama minoritas, sehingga tidak usah kaget kalau negeri ini minim toleransi dalam bulan Ramadan. Seperti salah satunya, usaha tempat makanan dan minuman tidak ditutup di negara ini. Namun, hal ini harusnya tidak mengurungkan niatmu dalam berpuasa dan tetap bertoleransi terhadap mayoritas. Justru, di China ketika bulan Ramadan datang adalah kesempatan buat warga Muslim untuk saling bersilaturahmi satu sama lain. Keharmonisan ini ditunjukkan ketika mereka melakukan shalat lima waktu bersama-sama di masjid terdekat.


Selama bulan Ramadan, negeri Panda ini juga memiliki tradisi unik. Penduduk Muslim China banyak datang dari suku Hui dan Uighur dan mereka saling memberikan makanan kepada sesama penduduk Muslim. Walaupun kabarnya China adalah negara makmur, namun kegiatan ini tetap dilakukan untuk mempererat persaudaraan sesama Muslim.


Sedia Aplikasi Pengingat Adzan


Karena minimnya masjid di beberapa kota di China, kamu mungkin akan kesulitan untuk mendengar adzan untuk shalat, serta waktu berbuka dan sahur. Kamu bisa mengunduh aplikasi pengingat adzan di smartphone untuk kelancaran menunaikan ibadah puasa. Atau, kamu bisa saling mendorong sesama teman Muslim untuk saling mengingatkan.





Beribadah ke Masjid Niujie


Masjid Niujie adalah masjid legendaris di Beijing yang dibangun pada 966 M. Terletak di Distrik Xicheng, masjid tertua di kota Beijing ini memang selalu ramai dikunjungi untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.


Keindahan masjid ini dapat dilihat dari rancangan arsitektur kuno Tiongkok yang didominasi warna merah dan ukiran kaligrafis di beberapa dinding bangunan. Karena banyak pengunjung di masjid yang mampu menampung seribu orang ini, tak heran jika masjid Niujie jadi simbol kehadiran Islam sebagai agama yang ramah, toleran, dan damai.


Masjid Niujie menyediakan takjil gratis untuk umat Muslim, seperti dodol, kripik pisang, dan lainnya. Selain itu, tradisi unik yang dilakukan masjid ini ketika berbuka puasa adalah membagikan semangka gratis.


Nah, jika kamu ingin merasakan keharmonisan beragama, pastikan kamu bergabung bersama umat Muslim lainnya di acara yang diadakan di Masjid Niujie tersebut. (SJV/SEG)