Terpopuler

Back to Top

Video

Pengamat Politik : Pilpres 2019, Belum Ada Yang Menyaingi Jokowi

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times
(Foto Ilustrasi)

JAKARTA - Pamor Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih yang tertinggi di antara kandidat lain yang berpeluang maju di pemilihan presiden (Pilpres 2019). Hingga kini, belum ada penantang yang dianggap sanggup menyaingi tingginya elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Sejauh ini saya belum melihat sang penantang yang sebanding melawan Jokowi," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syawri Chaniago seperti yang di langsir Okezone, Minggu (25/12/2017).


Pangi membaca, Jokowi ingin kembali berkompetisi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Jokowi sebetulnya ingin sekali terulang pilpres 2014, head to head dengan Prabowo," pendapatnya.

Apalagi saat ini, presidensial threshold 20 persen bisa menjegal calon lain untuk maju di Pilpres 2019. "Itu bertujuan untuk menjegal calon lain selain Prabowo. Jokowi akan borong semua partai, tinggal disisakan Gerindra dan PKS," kata Pangi.


Jika tidak seperti itu, menurutnya, akan muncul calon lain yang dipercaya dapat mengancam kedigdayaan Jokowi. Calon poros lain berpeluang menjadi kuda hitam dalam Pilpres 2019.
"Jokowi paling khawatir kalau ada poros ketiga, di luar poros Jokowi dan Prabowo karena capres alternatif punya kans menjadi kuda hitam," tuturnya.


 "Poros ketiga, misalnya membawa isu umat, antitesis dari Jokowi dan Prabowo. Maka bisa membahayakan Jokowi. Kita kan tahu selama ini elektabilitas Jokowi memang posisi teratas, namun elektabilitasnya belum aman. Jadi memang sekarang sedang di-setting bagaimana agar Jokowi dan Prabowo terulang kembali pertarungan elektoralnya," tutupnya. (qlh/okzn)