Terpopuler

Back to Top

Video

Taman Akasia,Rest Area Aroma Khas Buah Kelapa

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times
THE JAMBI TIMES - BATANG HARI - Kalau anda sedang berkendara,  baik dari Sarolangun maupun Bungo menuju Kota Jambi ataupun menuju Jakarta Via Bajubang,  pastikan anda mampir untuk rehat sejenak di Taman Akasia pal 9, Desa Simpang Terusan Kecamatan Muara Bulian,  sebelah kiri jalan lintas Muara Tembesi-Bulian sambil melepas haus dengan minuman khas dari dogan (buah kelapa muda).

Di samping,  anda dimanjakan dengan minuman khas dogan, baik dogian asli, maupun minuman dogan es sirup marjan,  anda juga dapat mengisi perut dengan makanan lainnya,  seperti mie goreng, mie rebus dan makanan lainnya.

Di Taman Akasia ini,  juga disediakan masing-masing warung fasilitas lesehan untuk makan dan minum,  sambil beristirahat berselonjor kaki.

Seorang pedagang,  Ana (35) tahun, mengatakan sudah berjualan di Taman Akasia ini selama 3 tahun dan mampu merubah tingkat kehidupannya.

" Alhamdulillah. Saya jualan di sini sudah mempunyai pelanggan sendiri.  Rata-rata pelanggan tersebut kalau mampir selalu pertama memesan minuman dogan" kata Ana.

Wanita keturunan Pelembang ini, memasang tarif perbuah dogan dengan harga Rp.  12 ribu. Kadang-kadang pembeli menginginkan minuman air dogan plus daging kelapanya,  dicampur dengas sirup marjan warna merah ataupun hijau beserta batu es.

" Tapi yang paling dominan,  pembeli meminum air dogan asli langsung dari buahnya,  yang sudah kami kupas. " ungkap Ana.

Menurut pemilik area Taman Akasia ini, Elpisina, Selasa (21/11/2017), dengan dibangunnya warung-warung, banyak masyarakat sekitar yang terbantu karena dapat berjualan.

"Dulunya,  pada tahun 2009, area ini adalah semak belukar. Adanya batang akasia,  sudah lama ditanam.  Saya berfikir,  daripada tempat ini dibiarkan saja, maka saya bersihkan dan saya bangun beberapa petak warung beserta kamar mandi dan toiletnya, diperuntukan bagi warga sekitar untuk berjualan" terang Elpisina.

Untuk pengelolanya,  Elpisina, menyerahkan langsung kepada pihak Desa Simpang Terusan dengan mematok sewa Rp.  15 ribu perhari beserta listriknya kepada pedagang.

" Sewa warung 12 ribu perhari.  Alhamdulillah,  masyarakat menyetujuinya" tutur Elpisina,  yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Batanghari ini.

Kepada pedagang,  dirinya berharap, agar dapat berdagang sebaik mungkin. Elpisina meminta kepada pihak desa, agar terus memantau Taman Akasia ini, agar jangan sampai dijadikan tempat hal-hal yang tidak baik,  karena area ini merupakan kawasan jalan lintas.

" Bagi pedagang,  diharap berjualanlah dengan baik dan dapat melayani pembeli dengan ramah dan santun.  Jangan harap menjadikan area ini untuk hal yang tabu.  Siapa melanggar,  silahkan cari tempat lain" pungkas Wakil rakyat ini.  (Fri)