Terpopuler

Back to Top

Video

Tak Kejar Berita,IWO Sulbar Peduli Warga Miskin

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times

THE JAMBI TIMES -  MAMUJU - Sebagai seorang wartawan tidak hanya dituntut untuk hanya mengejar berita semata. Namun, saling berbagi dengan fakir miskin itu menjadi satu keharusan.

"Apa yang kami lakukan merupakan panggilan jiwa sebagai bentuk kepedulian untuk saling membantu. Dimana nenek Bungasia yang tinggal di gubuk berukuran 2X3 meter persegi bersama ketiga cucunya dalam keadaan memprihatinkan,” kata Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) M Basri Sangkala saat memberikan bantuan berupa makan pokok kepada nenek Bungaisa (70) yang tercatat sebagai warga Simbuang, Kelurahan Karema Selatan, Kecamatan Simboro, Mamuju, Senin (9/10/2017).

Bungaisa diketahui merupakan janda tua yang hidup bersama tiga cucunya Nurang (7 bulan) Rita (3) dan Dika (8). Orang tua anak-anak tersebut pergi setelah keduanya bercerai.

Bantuan seperti kata Basri, bukan pertama kalinya dilakukan semenjak lembaga IWO terbentuk di Sulbar.

"IWO Sulbar sudah sering melakukan kegiatan sosial seperti ini," kata dia.

Basri mengaku kaget atas kejadian ini, meski tinggal di ibukota Provinsi Sulbar, Mamuju, namun kehidupan nenek Bungaisa yang memprihatinkan tidak pernah terjamah oleh pemerintah setempat.

“Saya sangat menyayangkan sikap pemerintah seperti Ĺurah, Camat dan istansi terkait kenapa tidak ada kepeduliannya terhadap masyarakat kecil seperti Bungasia,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, nenek Bungasia mengaku untuk memenuhi kehidupan sehari-hari bersama ketiga cucunya ia terpaksa harus membuat atap dari daun nipa lalu menjualnya dengan harga Rp 2.500 perlembar.

“Alhamdulillah kalau ada yang laku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terkadang juga tidak ada yang laku,” ungkapnya.(**4)