Terpopuler

Back to Top

Video

Amankan 7 Punk ,Walikota Belum Lirik Kinerja Seklur Ini

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times
THE JAMBI TIMES - JAMBI - Masih maraknya wabah generasi anak punk di kota Jambi membuat pemerintah kota Jambi gencar mengelar razia.

Kali ini perangkat kelurahan yang di pimpin oleh seketaris kelurahan lurah Orang Kayo Hitam kecamatan Pasar Jambi terus melakukan pengamanan kepada anak punk.

Seketaris lurah(seklur) Orang Kayo Hitam,Herlan bersama tim dari polsek berhasil mengamankan 7 anak punk.

Mereka di sergap di pasar gang siku,anak punk tersebut langsung di amankan,mereka di sergap sedang mengamen.

Seklur,Herlan menjelaskan kepada The Jambi Times,"Anak punk yang berhasil di amankan sebanyak 7 orang, mereka berasal dari Kuala Tungkal,Muaro Jambi dan Medan",ungkapnya.

7 anak punk ini langsung di angkut ke polsek pasar mengunakan armada polisi.Beberapa warga pasar (warsar) dan warga orang kayo hitam ini merasa resah dengan adanya anak punk.

Saat di tanya kinerja seklur,Herlan,warga mengacukan jempol,sosok seklur ini orangnya giat turun ke lapangan dan bersahabat dengan warga juga pedagang,"tutur beberapa warsar.

Namun sosok seklur ini belum di lirik walikota Jambi Syarif Fasha mungkin karena belum di ketahui secara jelas soal kinerja.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawkala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.(tjt)