Terpopuler

Back to Top

Video

Gubernur Jambi Bahasa Pelabuhan Muara Sabak -Bandara Kerinci Ke Menhub

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times
 
THE JAMBI TIMES - JAKARTA -  Untuk mendorong pembangunan Pelabuhan Muara Sabak dan Depati Parbo Kerinci, Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA merencanakan untuk menemui Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia pada Kamis (3/8). Namun, sebelum menemui Menhub, Zola mengadakan rapat bersama seluruh pihak yang terkait dengan pembangunan Pelabuhan Muara Sabak dan Bandara Depati Parbo, di Ruang Rapat Kantor Badan Penghubung Daerah Provinsi Jambi, Cikini, Jakarta, Selasa (2/8) malam.
 
Didampingi oleh Pj. Sekda Provinsi Jambi, H.Erwan malik, Kepala Dinas PU Pera Provinsi Jambi, Dody Irawan, Plt. Kadis Perhubungan, Darma, dan perwakilan dari Bappeda Provinsi Jambi, Zola mengadakan pembahasan dengan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Sekda Kerinci, pimpinan PT Pelindo II, pimpinan PT Samudera Indonesia, dan pihak pengelola Bandara Depati Parbo.

Zola minta penjelasan dari semua pihak terkait, dan dalam rapat tersebut, dipetakan apa yang sudah dikerjakan dan apa permasalahan atau kendala-kendala yang dihadapi.

Dalam pembangunan Pelabuhan Muara Sabak, pembangunan jalan, pengerukan alur perairan, dan pembangunan tebing sungai untuk menahan abrasi merupakan hal yang mengemuka, sementara untuk pembangunan perluasan Bandara Depati Parbo, urusan pengukuran lahan dari BPN merupakan poin utama.

Zola meminta dibuatkan time table (rentang waktu) untuk seluruh item pekerjaan, supaya jelas deadline (batas waktu) dan progress (kemajuan) setiap bulan bahkan per minggunya. Dia berharap, Pelabuhan Muara Sabak selesai paling lambat tahun 2020, sedangkan untuk pembangunan Badara Depati Parbo, Zola berharap agar seluruh urusan pembebasan lahan selesai pada tahun 2017 dan tahun 2018 dilakukan konstruksi.

Usai rapat, dalam sesi waqwancara, Zola menjelaskan bahwa dia ingin mengetahui sejauh mana pekerjaan yang sudah dilakukan dan apa permasalahan-permasalahan yang dihadapi. “Saya ingin mengetahui, yang sudah dikerjakan apa saja, perkembangannya, itu yang pertama, yang kedua, kendalanya seperti apa,” ujar Zola.

“Pelabuhan Muara Sabak ini dari Pelindo dan semua pihak terkait, urusan air sudah oke, tidak masalah, darmaga sudah dibangun, listrik juga sudah oke, tentu kalau semuanya sudah dibangun butuh listrik lebih besar, dan jalan dibangun secara bertahap, itu status jalannya jalan nasional, dari Aur Duri Dua sampai ke Muara sabak. Ada jalan non status 2,5 Km dengan dua jembatan, ini dibutuhkan dalam waktu dekat, khusunya ketika proses pemindahan dari Talang Duku ke Muara sabak. Memang anggaran terbatas, tetapi harus kita lakukan sesuai skala prioritas, dan juga sesuai harapan-harapan, misalkan ada 12 titik alur perairannya yang harus dikeruk, itu biayanya cukup besar, Rp100 sampai 120 miliar. Ini yang besok akan saya minta kepada Pak Menteri Perhubungan dengan harapan supaya bisa dianggarkan. Dari Pelindo, sudah melakukan pengerukan di dekat dermaga, dengan biaya Rp3,5 miliar,” jelas Zola.

Zola juga berharap pembangunan jalannya bisa dipercepat, secara bertahap. “Insyaallah, dalam waktu dekat saya akan bertemu juga dengan Menteri PU Pera. Saya berharap, ini benar-benar bisa diprioritaskan karena memang sudah disetujui oleh Pak Presiden, ini menjadi prioritas,” sambung Zola.

Zola menerangkan, untuk pembangunan Bandara Depati Parbo, anggaran sudah siap, meskipun memang ada sedikit hambatan dalam proses di BPN, tetapi Pemerintah Provinsi Jambi akan mengintervensi dalam hal mendudukkan BPN Provinsi Jambi, BPN Kabupaten Kerinci, dan juga Pemkab Kerinci. “Dana sudah ada, jadi jangan smpai dana ini menjadi SiLPA karena terhambat di proses birokrasinya. Itu (birokrasi di BPN) harus dipercepat,” tegas Zola.

“Saya berharap tahun ini semua surat-menyurat dan pengukuran lahannya sudah selesai, jadi 2018 yang akan datang, saya sudah bisa mengatakan, kita bangun fisik, itu dananya dari Kementerian Perhubungan. Jangan sampai Kementerian Perhubungan mengatakan tidak bisa dibangaun karena berkas-berkasnya belum siap, sangat disayangkan sekali. Melalui pertemuan malam ini, saya ingin melihat macetnya dimana, dan siapa mengerjakan apa. Kalau memang itu bisa diintervensi, kita intervensi dari Pemerintah Provinsi. Saya minta time table-nya, ini investasi sangat besar sekali, dan yang melakukan pekerjaan bukan 1 atau 2 orang tetapi banyak sekali pihak yang terkait di sini, dan mesti ada komitmen dari semua,” terang Zola.

Terkait dinding atau tebing sungai untuk menahan abrasi di Pelabuhan Muara Sabak, Zola mengatakan bahwa itu juga harus dipersiapkan, karena kapal-kapal besar diperkirakan akan menggunakan pelabuhan di Muara Sabak, dan itu harus diantisipasi supaya tidak terjadi abrasi. “Ini juga akan saya sampaikan kepada Menteri PU Pera. Anggaran dari Pemerintah Provinsi tentu tidak memungkinkan, apalagi kabupaten. Jalan saja masih membutuhkan dana Rp400 miliar lebih yang belum dibangun, turap atau dinding sungai ini juga pasti mahal, biayanya besar. Kita sampaikan kepada Pak Menteri PU, kita berharap ini segera bisa terealisasi,” tutur Zola. (ADV HMS).