Terpopuler

Back to Top

Video

Al Haris : Anak SAD Harus Pintar

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times


THE JAMBI TIMES - MERANGIN - Anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin harus pintar. Semua anak punya hak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bekal dimasa depan.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Merangin  Al Haris saat mengunjungi pemukiman SAD di Desa Sialang Kecamatan Pamenang bersama Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Khofifah Indar Parawansa tiga hari lalu.

‘’Jadi meskipun tinggal di tengah hutan, anak-anak SAD harus pintar. Mereka harus terus dibekali ilmu melalui keberadaan rumah pintar yang didirikan di pemukiman mereka,’’ujar Bupati.

Hal senada sebelumnya juga diungkapkan Mensos RI saat meresmikan rumah pintar di pemukiman SAD Desa Sialang Kecamatan Pemenang. Menurut Menteri dengan banyak belajar, akan semakin membuka tabir untuk lebih maju dan berkembang.

Bahkan Mensos yakin kedepannya salah satu dari anak-anak SAD bisa menjadi pemimpin dan ilmuan. Kepada para orang tua Kofifah minta agar selalu mendorong dan memberi semangat agar anaknya terus bersemangat dalam belajar.

Keberadaan rumah pintar bantuan Mensos tersebut, diakui beberapa orang warga SAD memang sangat dibutuhkan. Pak Mudo salah seorang SAD mengaku tidak ingin anaknya seperti dirinya.
‘’Saya ingin anak-anak saya pintar. Tidak seperti bapaknya, tidak tahu menulis dan membaca. Biasanya kalau orang pintar mudah mencari uang, tapi kalau bodoh seperti saya paling hanya bisa berburu,’’ujar Pak Mudo.

Pada acara yang dihadiri Gubernur Jambi  Zumi Zola dan sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Merangin itu, bupati minta kepada pejabat untuk tergerak menjadi bapak asuh dari anak-anak SAD yang jumlahnya mencapai ratusan orang tersebut.

Atas motivasi dan dorongan dari para bapak asuh, diharapkan bupati anak-anak itu jadi bisa bersekolah. ‘’Sebab ada juga anak SAD dilarang orang tuanya sekolah, karena harus membatu berburu,’’terang Bupati. (Lik)