Terpopuler

Back to Top

Video

KISAH NABI IBRAHIM

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times




KISAH NABI IBRAHIM
ashshoffat S:37 ayat: 99-113


waqaala innii dzaahibun ilaa rabbii sayahdiini

[37:99] Dan Ibrahim berkata:"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku1283.



rabbi hab lii mina alshshaalihiina

[37:100] Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.



fabasysyarnaahu bighulaamin haliimin

[37:101] Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar1284.




falammaa balagha ma'ahu alssa'ya qaala yaa bunayya innii araa fii almanaami annii adzbahuka faunzhur maatsaa taraa qaala yaa abati if'al maa tu/maru satajidunii in syaa-a allaahu mina alshshaabiriina

[37:102] Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".


falammaa aslamaa watallahu liljabiini

[37:103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).


wanaadaynaahu an yaa ibraahiimu

[37:104] Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, 

qad shaddaqta alrru/yaa innaa kadzaalika najzii almuhsiniina

[37:105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu1285 sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 
inna haadzaa lahuwa albalaau almubiinu

[37:106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

wafadaynaahu bidzibhin 'azhiimin

[37:107] Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar1286

wataraknaa 'alayhi fii al-aakhiriina

[37:108] Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, 

salaamun 'alaa ibraahiima

[37:109] (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim". 

kadzaalika najzii almuhsiniina

[37:110] Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 

innahu min 'ibaadinaa almu/miniina

[37:111] Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. 

wabasysyarnaahu bi-ishaaqa nabiyyan mina alshshaalihiina

[37:112] Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. 

wabaaraknaa 'alayhi wa'alaa ishaaqa wamin dzurriyyatihimaa muhsinun wazhaalimun linafsihi mubiinun

[37:113] Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang Zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata. 
 
THE JAMBI TIMES - Dalam perjalanan hidupNya yang cukup panjang dengan siti hajar istri Ibrahim,belum juga di karunia anak.lalu nabi Ibrahim berdoa kepada Allah swt agar di karunia seorang anak.lalu ibrohim berdoa kepada Allah dalam surat ash saffat 99-101:



99. dan Ibrahim berkata:"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberI petunjuk kepadaku[1282].

100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh.

101. Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar[1283].

[1282] Maksudnya: Ibrahim pergi ke suatu negeri untuk dapat menyembah Allah dan berda'wah.

[1283] Yang di maksud ialah Nabi Ismail a.s.( INI TERJEMAHAN DEPAG)
Lalu Allah 

Mengabulkan doa nabi ibrohim lalu lahirlah ismail,anak dari siti hajar dan ishak dari siti sarah. 

Ketika keduanya besar lalu ibrohim bermimpi untuk menyembelilh kedua anaknya ismail dani shak.Kisah ini di tuliskan dalam surat ash saffat ayat 102 menerangkan:


102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang di perintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar".(TERJEMAHAN DEPAG)

Dalam hal ini ada kesalahan penafsiran sehingga ayat ini tidak bermakna dan hanya sebatas dongeng belaka.Sehingga tidak bisa menjadi tuntunan bagi kehidupan kita sehari-hari.apa yang di contohkan oleh para Rassul2 harusnya menjadi tuntunan dan panutan kepada si pembacanya apalagi yang merasa telah beriman dan meyakini bahwa al Quran ini turun dari Allah.segala yang ada di Al-Quran itu adalah petunjuk yang orang beriman harus patuh dan tunduk kepada isi al Quran.

 Lalu bagaimana harus kita ambil contoh nabi Ibrahim kalau kita ikuti motong anak sendiri, 

Sepertinya terjemahan itu tidak masuk akal dan hanya dongeng belakan.

 dan menjadi permasalahan adalah di kata “ARO”(melihat,berpandangan),INNIAZBAHUKA”terbentuk dari kalimat mubin (makna gamlang) 
yaitu(menyembeleh,memukul,membelah)dan(mendidik) terbentuk dari kalimat mutashabihat(makna sastra) dan“WABASYARNAAHU(kabar gembira)

Di dalam terjemahan yang di keluarkan oleh DEPAG maupun aliran2 lainnya menceritakan.” nabi Ibrahim bermimpi untuk menyembelih anaknya ismail.lalu Ibrahim berkata kepada anaknya ismail bahwa saya bapak kamu bermimpi(ARO) untuk menyembelih (AZBAHUKA) kamu. 

Lalu nabi ismail mengikuti kemauan bapaknya untuk sembelih.

Setelah di lakukan penyembelihan maka tiba2 berubah menjadi seekor kambing”.Inilah cerita yang sudah popular di masyarakat islam di Indonesia maupun di dunia.Dalam terjemahan tersebut kita bisa perhatikan, adakah dari tafsir ini mempunyai nilai dan harga.dari tafsir tersebut bisakah di jadikan tuntunan atau contoh untuk kehidupan kita.Di lihat dari sisi ilmu atau dari sisi objektifitasnya bahwa terjemahan tersebut tidak mengandung nilai apa2 hanya sebatas dongeng belaka.segala ibadah yg di perintahkan oleh Allah kepada kita semuanya mempunyai makna ,nilai dan harga,seperti perintah sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar, perintah shaum agar kita menjadi orang yg sabar menjadi orang mutakin Dll.tidak ada satupun ibadah yg di perintahkan kepada kita tidak mempunyai makna dan nilai.andai kata ayat tersebut di jadikan tuntunan, adakah orang yg ingin memcoba mengikuti perintah Ibrahim kepada anaknya itu untuk menyembelihnya. Saya rasa tidak ada satupun manusia untuk mencobanya.berarti penafsiran tersebut lari dari aslinya, sehingga membuat binggung untuk di mengerti.

Pada ayat 102 ini di tekankan pada kata “ARO” yg berarti“melihat,berpandangan”. 

Artinya melihat dan berpandagan dengan ilmu al Quran.Dan nabi Ibrahim bermimpi untuk menyembelih kedua anaknya.Bermimpi di sini di artikan bukan dari kembang tidur.”ibrohim tertidur lalu bermimpi, anaknya ismail akan di sembelih”bukan ini makna dari surat ashsaffat 102. Menurut pandangan al Quran menurut sunnah Rassul yaitu:“ARO”(MIMPI)=bepandangan dan melihat atau mempunyai gambaran serta konsep kehidupan masa depan dengan ilmu.yg mana pandangan kehidupan itu telah di informasikan oleh Allah kepada nabi ibrhim.Contohnya: 

Kita merencanakan pendidikan anak kita kejenjang yg lebih tinggi dan mempunyai nilai di mata masyarakat, maka kita akan merancang masa depannya dengan baik, nah inilah yg di sebut MIMPI. Dalam mimpinya Ibrahim MENYEMBELIH   “ inniazbahuka” dari kata “zaba’a” artinya dalam bentuk bahasa gamblang( MUBIN) adalah MENYEMBELIH,MEMUKUL,MEMBELAH. Kalau di lihat dari bahasa sastranya(MUTHASABIHAT) artinya: mendidik,. kata “zaba’a dalam ayat ini kita gunakan dengan bahasa sastra yaitu “mendidik”…jadi nabi Ibrahim dengan MIMPI mempunyai gambaran atau pandangan konsep kehidupan dengan ilmu untuk mendidik kedua anaknya ismail dan ishak untuk menjadi manusia yg beriman kepada Allah. Lalu kedua anaknya itu menjawab dalam ayat ini.”

Artinya:Berkata anaknya kepada bapaknya ……lalu mereka menjawab“ semoga Allah member satu kepastian menjadi golongan orang yang teguh bertahan”

Dalam ayat ini mempunyai makna dan nilai yg sangat mulia,agar kita mengikuti jalannya nabi Ibrahim dalam mendidik anaknya untuk menjadi orang yang beriman.Dikaitkan lagi dengan hadist di jelaskan “ iz’alu buyutikum masjidan wala taz alu kuburan” artinya: “jadikanlah rumah kalian itu menjadi pendidikan iman, bukan kuburan yg sepi hampa tanpa mempunyai makna”.kuran dan hadis mempunyai korelasi yang sangat kuat.kl terjemahan DEPAG sama sekali tidak mempunyai korelasi antara Quran dan hadis.Dalam ayat ini kita harus mencontoh perjalanan nabi ibrohim bagaimana mendidik dan mempersiapkan anak2 kita kedepan agar menjadi manusia yang  tangguh dan kuat serta mendidik anaknya menjadi manusia yg hidup dan berpandangan dengan iman kepada Allah swt.mari kita contoh perjalanan hidup nabi ibrohim bagaimana cara mendidik anak2nya untuk menjadi seorang yg patuh berbuat menurut al Quran menurut sunnah Rassul.Mari kita perkenalkan IMAN kepada anak2 kita di rumah seperti hadist yg tertera di atas rumah di jadikan pendidikan IMAN. Di dalam surat al Baqoroh di jelaskan “ FUANFUSAKUM WAAHLIKUM NAR”” jaga dirimu dan keluarga mu dari peradaban NAR” lalu bagaimana untuk menjaga keluarga kita dari peradaban NAR,maka jawabannya adalah menjaganya dengan iman yg choir.

Perjalanan mencapai iman setiap Rassul Allah polanya hamper sama semuanya. Dari Rassul,Ibrohim,Musa,Nuh,Isa dan Muhamad. Semua memenuhi perwujudan SAMI’NA sebagai konsep kehidupan dan ATHO’NA sebagai perwujudannya.(abc)