Wali Kota Jambi

Gubernur Jambi

Selamat Idul Fitri 2019

Terpopuler

Back to Top
Loading...

Video

KA'BAH, HAJAR ASWAD SIMBOL PIJAKAN DZULUMAT

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times



                                                                             

THE JAMBI TIMES - Membahas Hajar Aswad, sama halnya membahas tentang kisah pemuda kahfi-ashabul kahfi dan juga kronologis surat Al Fiil serta kisah-kisah lainnya. Disini, pembahasan kisah-kisah tersebut sangat bertolak belakang dengan pemahaman normative yg ada sehingga pasti akan menimbulkan fitnah ajaran sesat.

Hajar Aswad adalah batu dari surga, surga yg mana dan dimana?

Menurut pemahaman normatif, ashabul kahfi adalah pemuda ber iman terhadap ajaran Allah, setelah kita telusuri dari sejarah dan dari detail istilah per kata Alquran nya, ternyata mereka adalah pemuda Yahudi yang melarikan diri dari kekejaman raja Titus, dan dalam "diam dirinya", mereka merekam ajaran-ajaran Allah (QS 18:9-22).

Surat Al Fiil (pembahasan detailnya ada di artikel yg lain) menurut normative yg ada adalah symbol kekuasaan Allah, mengirim burung ababil dengan membawa batu/sijjil maha panas yg diambil dari neraka. Neraka yg mana? Bukankah pemahaman normative itu sendiri mengatakan bahwa Neraka diperuntukkan kepada kaum kafir nanti setelah Kiamat Hancurnya Alam Semesta ini? Si Burung harus mati dulu kah untuk melintasi batas dimensi alam tersebut, alam yang mana? Kemudian apakah ilmiah? Seekor burung dengan cakarnya yg lentik bisa mencengkeram batu yg panas membara ribuan derajat? Coba bayangkan! Apakah memang Allah menghendaki peradaban kehidupan ini bak kehidupan Harry Potter? Sedangkan proses KUN FA YA KUN nya Allah dalam mengatur alam semesta ini adalah melalui prosedur kaidah yg sangat ilmiah, anak lahir dengan 9 bulan kehamilan, proses terjadinya hujan pun melalui step-step yang ilmiah, dll dst.

Yahudi dan bani Israil adalah makhluk Allah yang dikaruniai kemampuan lebih hebat dibanding dengan ummat lainnya oleh karena Allah terus menerus menurunkan Ilmu-NYA didalam pangkuan bangsa mereka selama 2000 tahun. Mereka tidak mengakui keRasulan Muhammad, salahsatu nya, karena garis keturunan Rasul SAW dari pembantu/selir nya nabi Ibrahim, Hajar, ibunda nya nabi Ismail. Bukan dari garis keturunan nabi Ishaq, nenek moyangnya Yahudi (katanya, kata mereka).

Apakah pemikiran dan kehidupan IPOLEKSOSBUD mereka yang begitu ILMIAH, yang dimiliki Yahudi persaat ini hasil dari pemikiran pribadi-pribadi mereka ataukah hasil dari nyolong ILMU yang sudah 2000 tahun lebih mereka rekam dari kitab-kitab yang Allah turunkan termasuk AlQuran? (QS 18:9, Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim...). Wajar saja Yahudi dan antek-anteknya bisa menguasai sejarah peradaban dunia sejak khalifah Ali wafat, ternyata mereka menguasai ilmu Allah tapi menyalahgunakannya menurut ambisi pribadinya dan golongannya saja! Bahkan bangsa yang tersingkir dalam percaturan dunia atau peradaban rimba, baik itu peradaban teknologi maupun agamanya, hanya dieksport dan dicekoki ajaran takhayul (khayalan), yang hanya bisa berkhayal besar tanpa kerja keras secara ilmiah! Dibuatkan film-film kolosal yang khayali agar pemikiran takhayul mereka semakin dibuat subur termindset dalam otak orang islam persaat ini.

Dimana korelasi serta relevansi-nya dengan realita kehidupan sosial secara kongkrit, berbagai cerita tentang : pahala, surga, dosa, neraka, keajaiban menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta, membelah laut, tongkat menjadi ular, melunakkan besi, bicara dengan hewan, memindahkan istana megah dalam sekejapan mata, rambut di belah tujuh, membelah dada orang lalu mencuci hatinya, dll. Kaidah mana yang sesat menyesatkan? Apakah pemikiran yang penuh khayal? Ataukah kaidah Ilmiah yang sesuai dengan proses kejadian alam?

Pikiran manusia tidak akan menerima ide yang tidak masuk akal, kecuali manusia menerima lebih dulu konsep yang dinamakan “mu’jizat” (kejadian ajaib atas kuasa Tuhan). Konsep mu’jizat atau miracle dipopulerkan oleh Yahudi dan Nasrani melalui kisah-kisah para nabi dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru. Mereka memperkenalkan konsep ini kepada bangsa Arab dengan istilah dalam bahasa Arab : “mu’jizat”. Maka, bila manusia sudah menerima/percaya dengan konsep mu’jizat, . . cerita ajaib apapun akan mudah diterima. Termasuk anak yang lahir dari seorang perawan . . dipandang sebagai mu’jizat. (jelasnya baca juga:
https://www.facebook.com/notes/muhajir-isnaini/fenomena-alquran-wasunnaturrasul-sesat/891811780871414 )

Kembali kepada batu Hajar Aswad, Alquran banyak menyebutkan kata batu, itu adalah symbol kesombongan dan kekerasan hati, keras kepala, kepala batu, bisa dilihat dlm surat:

Al Baqarah ayat,
24, …peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir….(prinsip yg sama dalam surat 66:6)
60, …"Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air….(bunyi yg sama di surat 7:160)
74, Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya….

17:50, Katakanlah: "Jadilah kamu sekalian batu atau besi,
31:16, (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi,…

Batu adalah symbol kekerasan hati didalam mempertahankan nilai-nilai tanggapan dzulumat, kekerasan hati didalam mempertahankan nilai-nilai warisan nenek moyang mereka.

Beberapa karakter Batu bisa di lihat pada surat berikut:

QS 2: 170. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".
QS 28:36. Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) bukti-bukti Kami yang nyata, mereka berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir (merubah pola pandang) yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu."
QS 18: 5. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
QS 14:10, …Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami, bukti yang nyata."
QS 10: 78. Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi?  Kami tidak akan mempercayai kamu berdua."

Batu dipergunakan juga utk menghukum orang” yg negative terhadap ILMU ALLAH, 11:82, 8:32 dan msh bnyk lagi.

Batu hajar aswad itu adalah simbol dzulumat yg meng-enakkan memanjakan selera kita, batu yg harum memenuhi syahwat kita, batu sudut D, yg akan di tinggalkan utk menuju B2, makanya di cium”, selamat tinggal D, selamat tinggal dzulumat, aku akan pergi menuju B2 dengan sarana Alfatihah, si 7 langkah menuju sukses (ingat kembali ritual haji yg serba 7).

Waktu peletakkan hajar aswad dilakukan oleh 4 kepala suku Arab saat itu, mereka berebut masing” merasa berhak utk mengusungnya ke sudut ka’bah, akhirnya ada kesepakatan dgn masing” orang memegang ujung selendang, Nabi SAW hanya meletakkannya di tengah” selendang. Setelah sampai kepada titik sudut pondasi ka’bah 4 kepala suku mengangkat hajar aswad tersebut dan Nabi yg meletakkan di salahsatu sudut pondasi ka’bah.

Makna nya adalah, kepala” suku lah para pelaksana system ekonomi riba, berebut ingin mengusungnya, Nabi hanya menyampaikan bahwa itu adalah riba, dan meletakkannya/mencampakkannya hanya di sudut bawah bait Allah, ka’bah, system penataan jannah, baiti jannati, sebagai sesuatu yg nista, sudut D adalah sebagai sarana pijakan awal utk menuju B2, maka nya Nabi mencium hajar aswad yg harum menggoda itu sebagai ucapan perpisahan, symbol good bye beibeh, aku akan meninggalkan mu, walaupun kamu memenuhi hasrat selera hawa nafsu ku…karena: “Jannah (system ekonomi zakat) itu dihiasi dengan perkara-perkara yang dibenci sedangkan Naar (system ekonomi riba/individualis/kolektifisme/imperialism) dihiasi dengan hal-hal yang disukai.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hubungkan pula dengan pijakan kaki nabi Ibrahim (maqam Ibrahim) dan dua terompah musa yg harus di tanggalkan...itu semua simbol pijakan sudut D yg harus di tinggalkan, surat 20:12. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci (muqaddas/quddus), Thuwa. Muqaddas adalah symbol penataan yg bersih independen dari percampuran penataan dzulumat, blok barat blok timur.

Starting awal menuju shalat adalah dimulai dari pijakan trsbt, proses pijakan awal dari D menuju ke B2 itulah shalat, secara klasifikasi global nya.

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasul SAW menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Dalam lafazh lain disebutkan, Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasul SAW menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).(ABC)


Loading...
loading...