Terpopuler

Back to Top

Video

Oknum Mahasiswa Jambi Ketahuan Mesum

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

THE JAMBI TIMES - JAMBI - Oknum mahasiswa salah satu perguruang tinggi negeri ternama di Indonesia  berinisial AJ digerebek warga bersama teman wanitanya berinisial SA lantaran diduga melakukan perbuatan mesum.

Penggerebekan ini terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, Jumat (5/8) dini hari tadi di rumah kontrakan teman wanitanya di perumahan Villa Melati Asri, RT 35 Kelurahan Mayang Mangurai.

Keduanya tertangkap tangan saat sedang bermesraan di dalam kamar kontrakan SA yang berprofesi sebagai Sales Promotion Girl (SPG). Pengerebekan ini diakui warga lantaran sudah kesal atas ulah AJ yang kerap kedapatan menginap dirumah wanita berinisial SA tersebut.

Ketua RT 35, Lukman mengatakan, setelah di gerebek kedua pasangan bukan suami istri tersebut di bawa kerumah tokoh masyarakat setempat. Saat digerebek keduanya sempat berkilah masih ada hubungan keluarga, alasannya karena karena cowoknya sudah kemalaman mau pulang dan juga sedang lelah.

Oknum Mahasiswa dan SPG yang Digrebek Warga di Mayang Mangurai Dikenakan Sanksi Adat Cuci Kampung. “Warga sudah sering memperingatkan agar SA tidak menerima tamu sampai larut malam bahkan menginap. Namun tidak diperdulikan sehingga warga melakukan pengerebekan," ujarnya.

Selanjutnya pasangan mesum tersebut dilakukan sidang adat dirumah tokoh masyarakat RT 35. Hasilnya kedunya dikenakan sanksi berupa cuci kampung dan denda, serta harus menikah di Masjid AN-Nur RT 35 Kelurah Mayang Mangurai.

Selain melakukan mesum, lanjut ketua RT, juga didapati beberapa botol minuman keras di kamar kontrakan SA. Diduga pasangan mesum ini sudah merencakan untuk melakukan pesta seks. "Setelah sidang adat  penghuni kontrakan tidak boleh lagi tinggal di komplek perumahan ini," sebut Lukman. (JP-03)