Terpopuler

Back to Top

Video

Dewan Minta Ketua DPRD Ambil Sikap

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times



THE JAMBI TIMES - MERANGIN- Hasil keputusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Merangin yang memberhentikan Wakil Ketua DPRD Merangin Isnedi semakin berbuntut panjang. Kini para wakil rakyat tersebut terlihat sudah terpecah.

Informasinya, sebagian anggota Dewan yang ikut mendatangani surat pengaduan saat ini sudah tidak lagi mengaggap Isnedi sebagai pimpinan DPRD. Pasalnya, dewan menilai keputusan BK bersifat final dan mengikat meskipun masih menunggu hasil keputusan Gubernur Jambi.

Informasi lainnya, dampak dari putusan BK itu terjadi saat berlangsungnya sidang pembahasan. Saat Isnedi hadir, para dewan lainnya satu persatu meninggalkan ruangan sidang.

Hal ini pun dibenarkan oleh Badri Husin, anggota Dewan dari partai Nasdem. Kata Badri, sulit mempersatukan anggota apabila Isnedi memimpin sidang. Saat sidang tengah berlangsung dan Waka I Dewan hadir, maka rekan-rekan terlihat satu persatu meninggalkan ruangan.

“Ya dari pengamatan saya seperti itu. Namun apa sebabnya saya juga tidak mengetahui, kemungkinan besar atas dasar komitmen bersama yang telah ditandatangani bersama,” kata Badri kemarin (18/8).

Badri menambahkan, dari selentingan yang masuk kepadanya. Tidak kondsusifnya ruang sidang ketika hadirnya Isnedi ditengarai oleh putusan dari BK. Dia menilai BK memiliki hak untuk memberhentikan anggota dan pimpinan.

“Kawan-kawan patuh akan putusan BK. Kalau saya dengar seperti itu.” sambungnya.

Meskipun demikian, masih kata Badri, agenda sidang tentang pembahasan anggaran perubahan dan pembahasan lainnya tidak akan terngaggu.

“Tidak lah, sidang pembahasan tetap berjalan seperti biasa.” tandasnya.

Senada, Heri S Mohza politisi dari Partai Golkar juga menyampaikan hal yang sama. Kata Taboy-sapaan akrabnya red- kemungkinan besar hal itu terjadi akibat adanya komitmen bersama dari 22 anggota dewan. Saat itu, sudah berkomitmen untuk melayangkan mosi tidak percaya dan diperkuat oleh surat pengaduan.

Tambah Taboy, hal itu jelas membuat adanya pemikiran dari rekannya yang tidak ingin sidang dipimpin oleh sang teradu.

“Kita sudah melayangkan mosi tidak percaya, kan mustahil kita dipimpin beliau. Itu namanya kita tidak punya komitmen. Dan berarti pengaduan itu luntur,” tegas Taboy.

Jelas Taboy, saat ini Isnedi masih tetap pimpinan namun secara De Facto ada pengaduan yang telah ditandatangani bersama. “Kan dalam pengaduan sudah jelas kita tidak ingin dipimpin beliau. Tidak mungkin akan kita langgar,” sambungnya.

Lebih jauh dikatakannya, kemungkinan besar hal ini akan terus terjadi hingga terbitnya keputusan dari Gubernur Jambi. Maka dari itu, dirinya pun mendesak kepada Pimpinan yang ada agar menyegerakan proses keputusan BK tersebut.

“Saya minta Ketua proses secepatnya terkait putusan BK. Jangan sampai masalah ini sampai berlarut-larut. Apapun keputusan Gubernur nantinya maka akan kita terima. Dan kita pun dapat kembali berjalan beriringan,” tandasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Wakil Ketua DPRD Isnedi belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Pasalnya, saat dihubungi via telepon selularnya bernada tidak aktif.(Lik)