Terpopuler

Back to Top

Video

Hindari Narkoba,Ini Taktik Jitunya

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times


THE JAMBI TIMES - Apa anda pernah berpikir dan terbayangkan jika suatu saat ada salah satu keluarga atau orang terdekat anda menggunakan obat terlarang yang menghancurkan generasi,mematikan penataan hidup normal dan merusak mental dan pikiran,obat terlarang tersebut adalah  adalah “NARKOBA” ! Khawatirkah anda....?

Di era teknologi canggih ini, banyak sekali remaja  sebagai generasi penerus bangsa yang sudah menggunakan narkoba secara berkelanjutan dan sulit untuk menghentikan justru menular seperti penyakit menular.

Pada kenyataannya, orang-orang merasa tertarik kepada obat-obat  terlarang yang terkenal dengan sebutan “NARKOBA”jenis obar-obatan ini menjaring merekrut anggota untuk di jadikan contoh perusak negara dn banagsa,anggota yang terdampak narkoan ini memilik pemikiran yang selalu berubah - ubah dan tidak jelas konsep hidupnya.

Dengan mengkonsumsi narkoba mereka dapat mengurangi ketegangan dan rasa lelah, dan dalam beberapa kasus juga dapat membantu remaja melarikan diri dari kenyataan hidup yang keras.

Tapi, apakah anda sudah tau dampak buruk yang akan di rasakan seseorang yang telah mengkomsumsi narkoba ?

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Narkoba juga dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Ketergantungan (adiksi) terjadi ketika tubuh secara fisik mengalami ketergantungan pada obat-obatan. Ketika tubuh seorang remaja yang sudah mengalami kecanduan tidak diberi zat adiktif dalam dosis yang memadai, maka ia dikatakan putus asa atau withdrawal, yaitu rasa sakit yang hebat yang tidak diinginkan dan keinginan untuk memperoleh obat-obatan adiktif. 

Taktik jitu yang dapat anda lakukan untuk menghindari keluarga anda dan anda sendiri dari narkoba adalah melakkan Hubungan yang positif dengan orang tua dan orang lain menjadi hal penting untuk mengurangi penggunaan obat-obat terlarang pada remaja (Hughes, Power, & Francis, 1992). Selain itu anda juga dapat melakukan hal berikut ini yang dapat dimainkan di sekolah dalam mencegah penyalahgunaan narkoba :

1.      Intervensi dini di sekolah diyakini lebih efektif daripada intervensi yang dilakukan belakang.

2.    Tindak lanjut dan perhatian secara terus menerus. Konseling mengenai penyalahgunaan obat-obatan haruslah diberikan sepanjang masa sekolah

3.   Pelatihan bagi  guru adalah elemen yang penting dalam progam yang berbasis sekolah. Sistem sekolah harus memberikan waktu dan sumber daya bagi pelaksanaan progam pelatihan dan juga pengawasan.

4. Pelatihan keterampilan di sekolah, terutama yang berfokus pada keterampilan ,menghadapi stress (coping) dan kemampuan untuk bertahan terhadap tekanan teman sebaya, adalah kurikulum baru yang paling menjanjikan dalam program yang berbasis di sekolah ( Tobler, 1986)

5.   Program berbasis sekolah yang paling efekif sering kali merupakan bagian dari upaya meluas oleh masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba,yang melibatkan orang tua, teman sebaya, model peran, media,polisi,pengadilan, bisnis, lembaga yang melayani para kaum muda, dan demikian juga sekolah (NIAAA, 1984)
     Falsafah mendasar pada progam yang dilaksanakan secara luas dalam masyarakat adalah perlu adanya sejumlah progam yang berbeda yang harus dilaksanakan (Wagenaar & Perry, 1994,1995). Progam Pencegahan Midwestern yang dikembangkan oleh Marry Ann Pentz dan rekan-rekannya (Pentz, 1993; Pentz,dkk,1989; Rohrbach,dkk,1994,1995), melaksanakan kampanye promosi kesehatan bagi masyarakat luas yang menggunakan media lokal, pendidikan masyarakat, dan progam bagi orang tua, bersama- sama dengan pelaksanaan kurikulum pencegahan zat adiktif di sekolah-sekolah. Evaluasi terhadap progam tersebut yang dilakukan 18 bulan kemudian dan 4 tahun kemudian, menunjukan adanya penurunan dalam kasus ini. (Dwi Mitha)