Terpopuler

Back to Top

Video

Kejari Incar Kasus Suap Kasi SMP

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times

The Jambi Times - Merangin - Kasus dugaan Suap pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 melibatkan Kasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Merangin, Cecep Arken akan panggil Kejari Bangko.

Informasinya pemanggilan pun akan dilakukan dalam waktu dekat ini pihak Adikyaksa tersebut. Kasus ini terkait adanya penerima suap yang dilakukan Kepsek SD Sungai Piul bernama Asni.

Bakal dipanggilnya, Cecep Arken dan Kepsek itu disampaikan kepala Kejari Merangin, Sri Respatini melalui Kasi Intel Emri.

"Kami akan panggil keduanya, kita akan melakukan pengumpulan  datanya biar jelas, setelah itu baru kita panggil pemberi dan penerima," ungkap Emri Kamis (13/4).

Jika dilihat dalam kasus ini diduga ada konspirasi antara pihak Kepsek dan oknum kasi tersebut. Karena sudah memberikan sesuatu dalam jabatan dengan mengharapkan imbalan.

"Melihat dari informasi berita penerima dan pemberi ini ada dugaaan gratifikasi yang diatur dalam pasal 5,11,12, 13 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)," katanya.

Sementara, mantan Kepsek SD 294/VI Sungai Piul Kecamatan Bangko Asni, dikonfirmasi terkait bakal dipanggil Kejari Bangko dugaan suap yang dilakukannya, nampaknya jawabannya terkesan mengancam.

"Saya tak terima dalam hal ini, gara-gara berita ini nama saya sudah tercemar. Kemarenkan,  sudah saya bilang bisa kita selesaikan baik-baik dengan cara keluarga, kok malah diberitakan," kecam Asni.

Yang membuat dirinya tambah tak senang kata Asni, kenapa wartawan yang merekam omongan bahwa dia nyetor uang ke kasi SMP tersebut,  tidak menerbitkan berita itu dalam medianya, tetapi memakai media orang lain.

"Kenapa wartawan yang merekam saya, tak terbit di medianya. Kenapa makai media wartawan lain," cetusnya.

Sementara itu, sejak berita ini diterbitkan Kasi SMP Dinas Pendidikan yakni Cecep Arken terkesan menghindar. Setiap dihubungi melalui via ponsel pribadinya nomornya selalu tidak aktif. (lik)