Terpopuler

Back to Top

Video

Banjir di Gunung Kerinci Akibat Galian Ilegal

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times





The Jambi Times – Kerinci - Aksi blokir jalan dilakukan warga Desa Siulak Deras Kecamatan Gunung Kerinci,akibatnya ratusan kendaraan terjebak macet,arus lalu lintas Sungai Penuh -Ppadang pun putus.

Ratusan kendaraan dari dua arah yakni Padang dan Sungai Penuh,terjebak kemacaetan selama 4 jam lebih kemacetan dipicu oleh aksi pemblokiran jalan oleh warga Desa Sulak Deras mudik kecamatan gunung Kerinci.

Tak hanya memblokir jalan warga juga membakar ban di tengah badan jalan,beberapa warga mengatakan,aksi ini terpaksa mereka lakukan karena sudah dua hari ratusan rumah di desa mereka terendam banjir.

Aksi serupa pernah dilakukan warga pada tahun 2015 lalu,saat itu warga menuntut Pemerintah Kabupaten Kerinci menutup galian C ilegal yang diduga menjadi penyebab banjir.

Kini satu tahun berlalu, warga kembali menerima dampak dari ulah para pengusaha galian C ilegal yang merusak lingkungan.Ratusan rumah terendam banjir, ironisnya sebuah mushalla tidak pernah digunakan lagi  karena selalu terendam banjir.

Material pasir yang terbawa hanyut dari lokasi galian C menumpuk, dua alat berat terpaksa dikerahkan untuk membersihkan tumpukan pasir dari dalam sungai agar tidak hanyut dan menimbun rumah warga.
Salah seorang korban banjir,Rabainah mengatakan,”Sudah dua hari rumahnya tergenang banjir namun kepala desa dan anggota DPRD asal desa setempat terkesan cuek.
Untuk menghindari banjir susulan, Rabainah terpaksa memasang gundukan pasir di depan pintu,sementara dapur rumahnya rusak diterjang banjir.
 
Setelah bernegosiasi, blokir jalan baru bisa dibuka pada pukul 11 siang,setelah pemerintah mengerahkan alat berat dan membongkar gorong-gorong. Namun perbaikan gorong-gorong dikatakan warga tidak akan menyelesaikan masalah banjir di desa tersebut selama galian C belum ditutup(al)