Terpopuler

Back to Top

Video

Jembatan Syamsudin Uban di Pertayakan?

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times

The Jambi Times - Merangin  -  Pembangunan Jembatan Syamsudin Uban mulai sekarang mulai dipertanyakan kualitas.

Mulai dari istalasi lampu bermasalah, juga pembangunan aspalnya pada sudah rusak, serta landasan pacu sudah miring.

Maka datang berapa pertanyaan ikatakan ketua LSM Papihas Merangin, Masduki, karena menurutnya, empat karet angker untuk pertahanan tiang penyangga yang seharusnya dilengketkan ke Abudmen juga tidak dipasang, sehingga membuat kekuatan jembatan diragukan.


"Sejak awal dibangunnya Jembatan Syamsudin Uban sudah bermasalah. Makanya pinisingnya juga bermasalah," ungkap Masduki selasa (29/3).

Dikatakannya, selain fasilitas diatas jembatan yang tak beres karet angker untuk daya tahan jembatan yang seharusnya lengket di Abudmen, juga tidak dipasang oleh rekanan yakni PT.  RAL.

"Pokoknya dari awal pembangunan jembatan sudah tak beres. Coba kamu cek karet angker untuk pondasi tiang yang lengket di Abudmen itu. Sampai kini dak dipasang. Uber Masduki.

Selain itu, ujar Masduki pinisingnya juga terkesan dipaksakan. Sebab, kontrak pekerjaan sudah habis sementara pekerjaan belum rampung. Makanya pekerjaannya terkesan asal-asalan.

"Makanya kerjanya asal-asalan, disebabkan pekerjaan belum selesai, sementara kontrak sudah habis. Makonyo hasilnya lampu diatas jembatan tak hidup, aspal pada bocor, dan karet angker dak dipasang," tambah Masduki.

Sementara Pengawas Tehknik PT. Ral Zamri dikonfirmasi media ini, terkesan mengelak dengan jawaban karena masih ada masa pemiliharaan. Sementara jembatan tersebut belum diserah terima ke Pemerintah Daerah (Pemda).

"Pokoknya kami bertanggung jawab, kan ada pemeliharaaan," singkatnya.

Kabid Mina Marga PU Provinsi H. Irfan sebagai menanggung jawab mengelak untuk dikonfirmasi. Setiap dihubungi via Hpnya bernada aktif, namun, tak mau angkat. Di Sms juga tak dibalas. 

Untuk diketahui terjadinya masa peliharaan setelah pembangunan benar-benar sudah selesai. Dan diserah terima ke Pemda. Tidak seperti pembuatan Jembatan Syamsudin Uban, jangankan pemeliharaan diserah terima belum di lakukan. (Lik)