Terpopuler

Back to Top

Video

Diduga Kadisdik Catut Nama Bupati Untuk Honorer

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times

The Jambi Times - Merangin  - Isu suap penerimaan kontrak honorer tidak habis-habisnya mewarnai Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin.  Bahkan, informasinya praktek tersebut diduga dilakukan petinggi Disdik Merangin, yakni Mashuri Spd.

Mirisnya lagi, setiap uang yang diambil dari tenaga kontrak itu Kadisdik menjual, mencatut nama baik Bupati Merangin, Al Haris, dengan alasan bahwa uang tersebut untuk disetor.

Menurut pengakuan, yang  diangkat menyebutkan, minta nama nya tak ditulis, bahwa dia memang diangkat sebagai guru kontrak. Tetapi mekanisme saya diwajibkan untuk membayar puluhan juta uang ke Kadis.

"Saya mendapatkan jatah untuk di angkat menjadi tenaga kontrak, namun saya harus bayar mahar ke Kadis," bebernya sumber.

Sumber menceritakan, kalau minimal yang disetor tak usah diekpos berapa angkanya. Namun, yang jelas dirinya sudah setor puluhan juta ke tangan orang nomor satu di Disdik.

"Gak usah ditulis berapa nominalnya, yang jelas kita sudah nyetor. Karena itu satu-satu jalan saya," tambah Sumber.

Namun, dirinya tetap memastikan, bahwa dirinya tetap melakukan penyetoran terkait dengan pengangkatan dirinya sebagai tenaga kontrak daerah tersebut.

"Apapun alasannya, yang jelas saya bayar untuk hal itu, dan tinggal menunggu SK nya saja lagi," tutupnya.

Sementara itu, Kadisdik Merangin Mashuri, saat berusaha di konfirmasi terkait dugaan penyalah gunaan jabatan yang di lakukan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) tersebut terkesan mengelak.

Pasalnya, Mashuri berusaha menghindari sejumlah awak media yang hendak melakukan konfirmasi terkait dengan dugaan penerima suap dalam kasus pengangkatan guru tenaga kontrak yang namanya juga ada di dalamnya.

Mashuri diduga menerima suap dari guru,  di angkat menjadi tenaga kontrak dengan modus mencatut nama petinggi Merangin dalam negosiasi pengambilan kebijakan, di nilai salah dan menantang UU Aapatur Sipil Negara (ASN) No 5 tahun 2014.

"Itu Jelas Salah, sebagai pemimpin harus menunjukan yang benar, jangan gunakan jabatan semena-mena, sama saja pak Kadis itu nabrak uu ASN No 5 tahun 2014," tegas Masduki Ketua LSM Papinhas saat di konfirmasi media.

Masduki juga menyesalkan sikap Kadisdik yang menghindari sejumlah awak media yang hendak mengkonfirmasi beritanya, dengan menunjukan kredibilitasnya sebagai kepala dinas.

"Saya kurang sepakat, hadapi semua masalah, jangan menghindar seperti itu, jangan jadi pejabat jika tidak mau di kritik," sesalnya. (Lik)