Terpopuler

Back to Top

Video

Jika Juara, Lorenzo akan Samai Rekor Dua Pembalap Legendaris

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times


(Jorge Lorenzo bisa samai rekor dua pembalap legendaris (Foto:Getty Images/Mirco Lazzari)
SERI pamungkas di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, akan melahirkan juara dunia baru MotoGP musim ini. Dua nama yang akan melaksanakan pertarungan akbar adalah Valentino Rossi serta Jorge Lorenzo. Keduanya sama-sama berada di bawah naungan Tim Movistar Yamaha.

Jika melihat di awal kompetisi, mungkin Anda takkan menyangka Lorenzo akan tampil begitu ganas musim ini. Pada tiga seri awal, rider asal Spanyol tersebut gagal finis di posisi tiga besar. Sementara Rossi malah sebaliknya, selalu menempati podium.

Namun, kondisi di penghujung musim seolah berbalik. Angin segar berhembus ke arah Lorenzo setelah di beberapa seri ia sukses finis di depan rivalnya tersebut. Kondisi semakin menguntungkan untuknya ketika Rossi akan start dari posisi paling belakang pada race di Valencia besok akibat sanksi dari insiden Sepang yang melibatkannya dengan Marc Marquez.

Di atas kertas dirinya memang masih terpaut tujuh poin dari Rossi, akan tetapi dengan kondisi yang ada saat ini, satu tangan X-Fuera telah menggenggam piala juara. Selain menggapai gelar juara, jika menang di Valencia, Lorenzo juga akan mencatatkan namanya di papan rekor.

Lorenzo akan jadi orang ketiga setelah Kenny Roberts Junior dan Wayne Rainey yang merengkuh gelar juara dunia dengan menyalip prolehan poin peringkat teratas klasemen di seri terakhir. Dalam 17 seri di musim ini, Lorenzo memang selalu menjadi penguntit Rossi yang bertengger di pucuk papan klasemen.

Kebangkitan Lorenzo terlihat ketika memasuki seri keempat di Spanyol. Seri tersebut menjadi pembuka dari empat kemenangan beruntunnya pada seri setelahnya di Prancis, Italia, dan Katalunya. Jarak poin Lorenzo semakin menipis kala memasuki seri Aragon.

Perlahan tapi pasti, Lorenzo memanfaatkan inkonsistensi Rossi yang mulai terasa sejak tampil di Sachsenring, Jerman. Sejak seri tersebut hingga Malaysia dua pekan lalu Vale – sapaan akrab Rossi – hanya satu kali menapaki podium puncak.

Meski segala kemungkinan masih bisa terjadi namun jika Lorenzo tak melakukan tindakan konyol maka gelar ketiga sudah bisa dipastikan akan jadi miliknya. Apalagi ia tampil di hadapan pendukung sendiri, dukungan moral dan mental seharusnya jadi keuntungan Lorenzo.
(fmh/okezone)