Terpopuler

Back to Top

Video

Kejari Masih Menunggu Laporan Tim Ahli Terkait Kasus Kolam Renang

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times

The Jambi TimesMuara Sabak - Belum rampungnya Proses penyelidikan kasus kolam renang oleh  pihak Kejaksaan Negeri mendapat perhatian serius dari masyarakat Tanjung Jabung Timur ., 

Pihak Kejari Muara Sabak pun menargetkan proses penyelidikan  Kasus kolam renang Yang mengunakan Dana APBN   sebesar Rp 4,5 miliar pada tahun 2012 ini rampung pada akhir tahun,” akhir tahun kasus ini akan menemui titik terang,’’ ujar Kasi Pidsus Kejari Muara Sabak Polmen Butar Butar beberapa saat lalu

Menurut nya Dalam kasus ini pihak Kejaksaan Negeri Muara Sabak masih menunggu laporan tim ahli, pihaknya sangat berhati-hati dan tidak mau gegabah dalam menyelesaikan perkara ini. “Apa yang menjadi temuan tim ahli bisa menjadi dasar sikap kami dalam perkara dimaksud. Tim ahli kan melakukan pengujian secara kuantitas dan kualitas,” jelasnya.

Polmen Butar Butar menyebutkan Setelah ada laporan dari tim ahli maka dapat, baru diketahui apakah perkara ini nantinya naik ke tingkat Pengadilan atau justru harus dihentikan. “Tim ahli ini dari Dinas PU Provinsi Jambi dan AKLI Provinsi Jambi,” katanya.

  dalam kasus ini sebut Polmen , pihaknya telah menetapkan sebanyak 8 orang sebagai tersangka  sejak pertengahan tahun lalu. “Yang jelas kalau cukup bukti akan kami tingkatkan ke persidangan, tapi kalau tidak cukup bukti maka harus dihentikan,” tegasnya.

hingga saat ini belum ada perkara-perkara baru yang diproses di Kejari Muarasabak. Sebagian besar yang ingin dirampungkan adalah perkara lama. Perkara yang hampir rampung selain kasus kolam renang adalah block grant. “Mudah-mudahan bisa tuntas tahun ini dan naik ke tingkat pengadilan. Untuk kasus block grant sendiri sudah ditetapkan 6 tersangka dengan kerugian negara rata-rata Rp 90 juta hingga 100 juta per sekolah,” ungkapnya (51N)