Terpopuler

Back to Top
Loading...

Video

Kadis Kesehatan Andi Pada Tidak Bisa Tampilkan Data Soal Hepatitis di Hadapan Wamenkes

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

The Jambi Times Jambi – Kedatangan wakil menteri kesehatan,Ali Ghufron Mukti dalam rangka memperingati hari Hepatitis sedunia yang jatuh pada tanggal 20 September 2014 kemarin,di hari hepetitis yang ke 5 ini,(Baca:Ali Ghufron Mukti Hadir di Jambi) menyatakan bahwa hepatitis jadi perhatian serius khususnya kepada pemerintah provinsi dan kota  dan juga kabupaten .

Karena hepatitis penyakit yang lebih serius dari HIV-Aids dan Ebola sebab penyakit ini menjadi kronis dan akan menderita kanker hati dalam hitungan bulan saja si penderita akan meninggal dunia.
Menurut kepala dinas kesehatan provinsi,

Andi Pada kepada wartawan,”Program Hepatitis baru di mulai tahun ini (2014),di harapan dengan kegiatan tersebut dan deteksi  lebih dini terhadap ibu hamil.

Andi Pada dalam keluhanya ,Instansi kami sudah memilik data namun belum bisa di tampilkan,alasanya karna puskesmas statusnya masih klinik sementara yang namanya hepatitis harus memiliki pemeriksaan laboratorium.

Ali Ghufron Mukti menghimbau kepada masyarakat agar hidup secara sehat,bersih dan selalu memeriksakan diri khususnya  kepada anak-anak  juga harus cepat di beri vaksin.

Indonesia tidak hanya bergerak di nasional saja tetapi indoensia terus berjuang mati-matian termasuk di negara Afrika Selatan untuk menjadi resolusi dari lembaga kesehatan dunia atau  Word Health Organitation( WHO) agar masalah  hari hepatitis  terus di peringati.

Baru satu minggu yang lalu tepatnya 9-12 September 2014 ,kita bertemu menteri-menteri kesehatan sedunia dan mengagendakan prioritas resolusi untuk menciptakan vaksin hepatitis,karena harga vaksin hepatitis cukup tinggi,di Indoensia  yaitu Rp:50.000,00 sekali suntIk itu harga di rumah sakit pemerintah jika di rumah sakit swasta mungkin lebih tinggi,jelas Ali Ghufron saat konferensi pers di rumaH sakit umum kota Jambi,Sabtu pagi(20/09/2014).

Pemerintah Indoensia  tidak hanya terfokus kepada vaksin hepatitis  B melainkan ada vaksin Vektaparen ,vektaparen mengandung  lima  unsur salah satunya seperti,DPT dan Titanus.

Wakil menteri kesehatan,Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.  salah satu kandidat kuat calon menteri kesehatan dalam Kabinet Alternatif  Usulan Rakyat(KAUR) presiden   Jokowi-JK (Tim-JT)

Loading...
loading...